SEKILAS INFO

     » Alamat : Jl. Alon-alon Utara No. 4 TELP./Fax (0351) 453395 Madiun - 63121      » Kepengurusan Semua Dokumen Kependudukan - GRATIS      » Wajib Akta Kelahiran Usia 0 - 18 Tahun Untuk Menunjang Tercapainya Program KIA      » GUYUB RUKUN AGAWE SANTOSO      » SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MADIUN
Jumat, 04 September 2015 - 11:30:16 WIB
Blanko Datang, Jaringan Online E-KTP Alami Kerusakan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: SEKERTARIAT - Dibaca: 663 kali

Ditulis Pada 04 September 2015 20:15 WIB

Blanko Datang, Jaringan Online E-KTP Alami Kerusakan

 

 

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam saat ini tengah menunggu proses perbaikan jaringan online yang telah rusak sejak seminggu lalu. 

 

Jaringan Online yang digunakan sebagai komunikasi sistem input data perekaman, mengalami kerusakan dan berdampak pada gagalnya proses pencetakan KTP elektronik (E-KTP).   

 

Permasalahan ini muncul, setelah sebelumnya blanko bahan pencetakan E- KTP juga sempat tersendat pendistribusian dari pusat ke daerah. E-KTP tidak bisa cetak sejak 16 Juli lalu hingga sekarang. 

 

Menurut Kepala Disdukcapil kota Batam Mardanis, ada sekitar 25 ribu pemohon KTP sejak bulan Juli hingga sekarang.   

 

"Ada 25 ribu pemohon e- KTP sejak bulan juli. Sebelum lebaran itulah kita belum bisa cetak lantaran blanko yang pengadaanya dari pusat habis," kata Mardanis.

 

Sebelumnya, blangko sebanyak 15 ribu lembar sudah diterima dari pusat. Namun, selang satu hari blangko itu tiba di Batam, permasalahan pencetakan muncul lantaran sistem online dari pusat mengalami kerusakan.

 

"Saat blanko itu tiba 15 ribuan. Setelah itu nyusul ada pengumuman dari Kementerian dalam negeri yang mengatakan jaringan online rusak. Kalau blanko sudah tak ada masalah lagi. Kita butuh, secara bertahap nanti dari pusat dikirimkan. Tapi kalau online ini diatur dari pusat," ujar mardanis lagi.

 

Ia belum memastikan kapan jaringan tersebut dapat berfungsi kembali. Meski pemerintah berintruksi dalam minggu  ini online bisa bekerja kembali. (*)
Bagikan Ke Sosial Media