SEKILAS INFO

     » Alamat : Jl. Alon-alon Utara No. 4 TELP./Fax (0351) 453395 Madiun - 63121      » Kepengurusan Semua Dokumen Kependudukan - GRATIS      » Wajib Akta Kelahiran Usia 0 - 18 Tahun Untuk Menunjang Tercapainya Program KIA      » GUYUB RUKUN AGAWE SANTOSO      » SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MADIUN
Jumat, 25 September 2015 - 10:50:01 WIB
CARA MUDAH CHECK KEASLIAN AKTA CATATAN SIPIL

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BIDANG PENCATATAN SIPIL - Dibaca: 2103 kali

CARA MUDAH CHECK KEASLIAN AKTA CATATAN SIPIL

Menurut ilmu hukum,  Akta didefinisikan sebagai  surat yang dibuat dan ditandatangani oleh pejabat yang berwenang yang berisi keterangan (fakta dan data) digunakan sebagai alat bukti.   Meskipun kadang mempunyai fungsi yang sama sebagai identitas, akta berbeda dengan Kartu, misalnya Kartu Tanda Penduduk, Kartu Keluarga, Kartu Mahasiswa dan lain-lain.

 

Yang membedakan akta dengan kartu tidak hanya pada sifat/nilai hukum yang melekat tetapi juga pada cara pembuatan (hukum formil), tata cara atau prosedur pembuatan bahkan pada bahan dan bentuk fisiknya.

Yang mendasar dari Akta adalah sifatnya yang einmalig, yaitu pada asasnya sebuah akta hanya diterbitkan sekali, karena akta adalah surat yang menerangkan fakta, data dan atau peristiwa hukum pada saat akta itu dibuat, sehingga isinya tidak dapat berubah. Perubahan hanya dimungkinkan jika fakta hukum baru dapat dibuktikan dan ditetapkan oleh Pengadilan.  Contoh yang paling mudah misalnya, seorang yang bernama Royani, dalam akta kelahiran ditulis jenis kelamin laki-laki, karena memang Royani dilahirkan sebagai seorang laki-laki, tetapi setelah dewasa Pak Royani menjalani operasi kelamin menjadi seorang wanita, maka untuk mendapatkan status hukumnya sebagai seorang wanita, bu Royani harus mengajukan permohonan ke Pengadilan untuk merubah status hukumnya sebagai perempuan, dan jika di kabulkan, Pengadilan akan memerintahkan Pejabat Pencatatan Sipil yang berwenang mencatat perubahan tersebut pada register akta catatan sipil dan membuat catatan pinggir pada Kutipan Akta Kelahirannya.

Berbeda halnya terhadap dokumen kependudukan yang disebut kartu, Kartu Keluarga misalnya harus segera diperbaharui apabila terjadi perubahan data atau fakta hukum baru yang dialami oleh kepala keluarga atau anggota keluarga, misalnya berubahnya status perkawinan, peristiwa kematian, bertambahnya anggota keluarga atau berkurangnya anggota keluarga.

Karena sifat einmalig itulah tatacara atau presedur pembuatan akta catatan sipil lebih formil. Pemohon harus menghadap pejabat berwenang dengan membawa persyaratan sesuai ketentuan undang-undang, menghadapkan dua orang saksi dan menandatangani register akta.

Oleh karena untuk mengetahui apakah akta catatan sipil yang kita miliki sah atau tidak, maka telitilah apakah prosedur formal sudah kita lakukan, menitipkan kepada oknum dalam membuat akta catatan sipil mengandung resiko ketidak absahnya dokumen yang kita miliki.

Hal lainnya yang perlu di teliti adalah tanda tangan yang tertera. Pastikan bahwa Pejabat yang menandatangani Akta Catatan Sipil adalah Pejabat yang berwenang yang sah. Menurut Ketentuan Pasal 67 Ayat (4) huruf h, Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006,Yang dimaksud dengan ”pejabat yang berwenang” adalah Pejabat Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana yang telah diambil sumpahnya untuk melakukan tugas pencatatan. Dalam hal ini adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil setempat.

Untuk melindungi dari perbuatan penyalahgunaan dan pemalsuan dokumen kepndudukan dan catatan sipil di desain secara khusus dengan menggunakan security paper (kertas Sekuriti).Sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 94 Tahun 2003, pasal 6 : spesifikasi blangko Kutipan Akta Catatan Sipil bahan baku kertas watermark berlambang Garuda Pancasila, berat kertas 120 sampai 135 gram per meter persegi dan tanda pengaman berupa ;

  1. Kertas sekuriti mempunyai watermark gambar garuda besar
  2. Tidak memendar (UV Dull Quality UV) sinar UV
  3. Terdapat serat fiber (serat pengaman) yang memantulkan dua warna biru dan hijau dan hanya dapat dilihat dengan sinar Ultra Violet (UV)
  4. Terdapat Gambar Garuda Pancasila

Desain blangko berukuran 29,7 x 21 cm, dicetak dengan mesin khusus continous form enam warna. Ditengah-tengah Kutipan Akta terdapat cetakan Lambang garuda dengan menggunakan tinta sekuriti (invisible ink) dan bisa dilihat dengan menggunakan lampu ultra violet. Ditengah kutipan akta bagian atas dibubuhi lambang garuda yang di cetak dengan menggunakan hologram. 

Gambar di bawah ini adalah Kutipan Akta Kelahiran yang tidak disinari Ultra violet (gambar kiri) dan akta Kelahiran yang disinari Ultra Violet (gambar kanan).