SEKILAS INFO

     » Alamat : Jl. Alon-alon Utara No. 4 TELP./Fax (0351) 453395 Madiun - 63121      » Kepengurusan Semua Dokumen Kependudukan - GRATIS      » Wajib Akta Kelahiran Usia 0 - 18 Tahun Untuk Menunjang Tercapainya Program KIA      » GUYUB RUKUN AGAWE SANTOSO      » SELAMAT DATANG DI WEBSITE DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MADIUN
Kamis, 15 Desember 2016 - 17:46:23 WIB
Bikin Akta Kelahiran Gratis, Lima Belas Menit Jadi

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BIDANG PENCATATAN SIPIL - Dibaca: 274 kali

JATIMPOS.CO/MADIUN –  Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun mulai awal tahun 2017 meluncurkan program pelayanan pengurusan surat-surat kependudukan dan catatan sipil, yang disebut MASMEDI (masyarakat Lima Belas Menit Jadi).


 

Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Ahmad Sofingi, SE, mengatakan, program MASMEDI tersebut bertujuan untuk memenuhi hak-hak sipil dan mewujudkan pelayanan prima pada masyarakat Kabupaten Madiun sesuai dengan program Bupati Madiun. Sementara untuk akta online di tahun 2016 yang sebelumnya baru diterapkan di 50 Desa, di tahun 2017 sudah ditingkatkan menjadi 100 Desa.

“Untuk mengurus Akta Kelahiran prosesnya selain gratis dan tidak dikenakan denda bagi yang terlambat mengurus. Dengan program MASMEDI bisa dilakukan dalam waktu 15 menit langsung jadi, dengan catatan persyaratan harus komplit dan persyaratan bisa diunduh di website Dipsenducapil atau langsung datang ke Petugas Registrasi Desa (PRD) di Desanya masing-masing,“ jelasnya.

Adapun sejumlah syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan layanan cepat lima belas menit jadi tersebut. Pertama, berkas persyaratan harus lengkap. Misalnya, surat keterangan kelahiran dari Dokter atau Bidan, Foto Copy KK dan KTP pemohon dan Foto Copy surat nikah pemohon yang sudah dilegalisir. Selain itu, pemohon harus datang sendiri ke Kantor Dispendukcapil Kabupaten Madiun.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun, Drs. Pudji Wahyu Widodo, menuturkan, program MASMEDI ini merupakan kelanjutan dan peningkatan dari program sebelumnya di tahun 2016, yakni SEMEDI (Sehari Mesti Jadi).

Dan Program tersebut akan terus ditingkatkan dengan diluncurkannya lagi  program One Stop Servis Desa atau pelayanan kepedudukan di tingkat desa.

“Dengan program  One Stop Service Desa ini, pelayanan kependudukan nanti masyarakat tidak lagi ke Dispendukcapil Kabupaten, masyarakat cukup ke desa saja tidak perlu bawa persyaratannya sendiri ke Kabupaten, karena semua sudah dilayani secara online melalui aplikasi online. Dan peran pengiriman serta pengambilan dokumen kependudukan telah digantikan oleh Petugas Registrasi Desa,“ jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, peran sentral keberhasilan program - program yang diluncurkan tersebut di tingkat desa tak lepas dari keberadaan Petugas Registrasi Desa. Sehingga secara simultan dan berkesinambungan Dispendukcapil terus meningkatkan kemampuan PRD ini dengan ilmu - ilmu IT dan ilmu dasarnya yaitu registrasi kependudukan.

"Dan untuk mewujudkan program One Stop Servis Desa ini perlu dukungan dari Pemerintahan Desa dengan membentuk Tim Pelayanan Administrasi Kependudukan Desa dan  menganggarkannya di APBDes, karena ini demi layanan publik dan layanan dasar pemerintahan desa untuk melayani masyarakat agar menjadi lebih mudah, cepat, tepat dan efisien," ungkapnya.

Kepala Dispendukcapil berharap kedepan jika semua desa sudah bisa online dan  sudah membentuk Tim, program tersebut akan segera dilaksanakan.

"Dan karena ini pelayanan gratis jangan sampai nanti penduduk di pungut biaya lagi dengan alasan jasa transportasi dan lain sebagainya karena peran pelayanannya sudah di gantikan oleh Petugas Registrasi Desa,” pungkasnya. (jum)