SEKILAS INFO

     » Selamat Hari Raya Idul Fitri 2017 / 1438 H      » Pembuatan Akta Kelahiran Cukup Mudah dan Hanya 15 Menit Langsung Jadi / MASMEDI - Buktikan      » ONE STOP SERVICE DOKUMEN KEPENDUDUKAN DI TINGKAT DESA      » Kepengurusan Semua Dokumen Kependudukan - GRATIS      » Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Madiun ke - 449
Rabu, 05 Juli 2017 - 12:37:04 WIB
Prof. Zudan: Rekam Cetak Luar Domisili dan “Semedi” Harus Berjalan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: SEKERTARIAT - Dibaca: 84 kali

Prof. Zudan: Rekam Cetak Luar Domisili dan “Semedi” Harus Berjalan

Jakarta – Layanan rekam cetak di luar domisili diakui Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh, masih ditemui banyak kendala. Hal ini disampaikannya setelah melakukan sidak di beberapa kabupaten/kota akhir pekan lalu, di antaranya Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Bandung Barat.

Menurut Prof. Zudan, harusnya layanan rekam cetak di luar domisili sudah berjalan di semua daerah. Hal itu merupakan amanat Permendagri Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Permendagri Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pedoman Penerbitan KTP Berbasis NIK Secara Nasional.

“Kita punya Permendagri terkait rekam cetak di luar domisili. Kepada para penanggung jawab (Pj.) kabupaten/kota, tolong dicek kembali di daerah masing-masing. Karena program kita, harusnya orang dimana pun bisa merekam dan mencetak KTP-el di mana saja di kantor Dinas Dukcapil. Hal itu untuk mempercepat target perekaman KTP-el”, jelas Prof. Zudan di Jakarta, Jum’at (26/05/2017).

Untuk memastikan program tersebut berjalan dengan baik di semua daerah, Prof. Zudan mengajak jajarannya untuk memastikan kesiapan jaringan, alat/perangkat, dan sistem yang ada.

“Waktu kerja kita tinggal 7 bulan. Kita harus mencapai dua target, capaian Akta Kelahiran 85 persen, yang saat ini baru 75 persen. Target kedua, perekaman KTP-el selesai 100 persen pada 31 Desember 2017”, tegas Prof. Zudan

Selain memastikan kesiapan rekam cetak di luar domisili, serta mencapai target Akta Kelahiran dan perekaman KTP-el, Prof. Zudan juga mengajak jajarannya untuk memastikan pelayanan di semua kantor Dinas Dukcapil tetap berjalan.

“Selain itu, kita ingin semua layanan dokumen kependudukan selesai paling lama dalam satu hari. Misalnya pelayanan Akta-Akta harusnya bisa Semedi (Sehari Mesti Jadi)”, imbuhnya.

Penerbitan dokumen kependudukan, menurut Prof. Zudan, merupakan layanan yang saling terkait. Jadi, menurutnya, jika ada warga yang melakukan perubahan status misalnya dari lajang menjadi menikah, setidaknya ada tiga dokumen yang bisa diberikan. Dokumen tersebut adalah KTP-el, KK, dan Akta Perkawinan bagi warga non Muslim.

Begitupun halnya jika memiliki anak, ada KIA, Akta Kelahiran, dan KK yang bisa diterbitkan dan diberikan sekaligus kepada penduduk.

“Belum lagi jika saat lajang seseorang menumpang pada KK orang tua, maka KK orang tuanya tersebut juga harus di-update karena KK-nya sudah menyatu dengan istri atau suaminya sebagai keluarga baru”, tambahnya.

Prof. Zudan juga mengajak jajarannya agar turun langsung ke daerah untuk melakukan pembinaan. Untuk bisa memberikan pembinaan, diperlukan pemahaman dan pengetahuan yang memadai.

“Ini semua layanan yang perlu kita tingkatkan untuk memberikan manfaat layanan kepada masyarakat”, tutup Prof. Zudan. Dukcapil***

Bagikan Ke Sosial Media