SEKILAS INFO

     » Selamat Hari Raya Idul Fitri 2017 / 1438 H      » Pembuatan Akta Kelahiran Cukup Mudah dan Hanya 15 Menit Langsung Jadi / MASMEDI - Buktikan      » ONE STOP SERVICE DOKUMEN KEPENDUDUKAN DI TINGKAT DESA      » Kepengurusan Semua Dokumen Kependudukan - GRATIS      » Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Madiun ke - 449
Rabu, 12 Juli 2017 - 11:35:09 WIB
Sosialisasikan KIA, Anak Usia 0 – 17 Tahun Harus Memiliki Kartu Identitas Anak

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BID INFORMASI & KEPENDUDUKAN - Dibaca: 193 kali

KEPALA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN MADIUN, Drs. PUDJI WAHYU WIDODO (KIRI), DALAM SAMBUTANYA DI SOSIALISASI KIA.

 

JATIMPOS.CO/MADIUN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukpencapil) Kabupaten Madiun melaksanakan sosialisasi Kartu Identitas Anak (KIA) bagi Camat, Kepala UPT SD/TK/PAUD, Kepala SMP, Kepala MTs, Kepala MIN, Perwakilan MI Swasta dan Bidan Desa Se Kabupaten Madiun di Ballroom Hotel Aston Madiun, Senin (11/7/2017).


Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun, Drs. Pudji Wahyu Widodo, maksud dan tujuan sosialisasi tersebut agar dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai KIA kepada masyarakat Kabupaten Madiun. 

“Tujuannya agar peserta sosialisasi KIA yang dari sekolah dapat membantu mensosialisasikan kepada anak didiknya tata cara mengurus identitas anak, sementara peserta sosialisasi KIA khususnya dari Bidan untuk dapat mensosialisasikan kepada orang tua yang baru melahirkan agar segera mengurus Kartu Identitas Anaknya,“ jelasnya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Pemerintahan Dan Kesejahteraan Rakyat, Agrim Churnia, S.Sos, M.Si mewakili Bupati Madiun mengatakan, pelaksanaan program KIA di Kabupaten Madiun perlu dilaksanakan karena selain melaksanakan Permendagri No. 2 tahun 2016 tentang KIA, di tahun 2017 ini Kabupaten Madiun menjadi salah satu dari 50 Kabupaten/Kota di Indonesia yang terpilih untuk menyelenggarakan program KIA.

“Pemberian reward atau tugas ini karena Kabupaten Madiun telah melampaui target capaian kepemilikan akta kelahiran anak usia 0 – 18 tahun, secara Nasional sebesar 75 persen sedangkan Kabupaten Madiun di akhir tahun 2016 telah mencapai angka 86 persen,“ katanya. 

Capaian ini merupakan sebuah kerja keras Dispendukpencapil Kabupaten Madiun dan masyarakat serta jajaran dalam membuat inovasi pelayanan akta kelahiran mulai dari program inovasi di tahun 2016 yaitu program SEMEDI ( Sehari Pasti Jadi ) dilanjutkan awal tahun 2017 dengan program MASMEDI (Lima Belas Menit Jadi).

“Dengan memiliki KIA sebagai warga Negara Indonesia yang berumur kurang dari 17 tahun diharapkan anak mendapatkan akses layanan publik yang lebih mudah seperti membuka rekening Bank, berobat ke Puskesmas atau Rumah Sakit, mengurus Pasport dan pelayanan publik lainnya,“ jelasnya.

Sementara dalam sosialisasi tersebut sebagai narasumber adalah Kasubdin Monitoring, Evaluasi  dan Dokumentasi Direktorat Pendaftaran Penduduk Ditjend Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Drs. R. Kristianto Harijono, M.AP dan Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukpencapil Kabupaten Madiun, Achmad Romadhon, SH.

Dalam pemaparannya, Drs. R. Kristianto Harijono, M.AP menjelaskan, untuk prosedur penerbitan KIA untuk batasan usia terakhir kepemilikan KIA adalah usia 17 tahun kurang 1 hari. Sementara aturan pemberlakuan KIA diantaranya, usia anak 0 – 5 tahun tanpa foto, setelah umur 5  – 17 tahun kurang 1 hari diterbitkan lagi dengan menampilkan foto pemilik KIA dan setelah berumur 17 tahun diganti dan diterbitkan KTP Elektronik.

“Untuk penerbitan KIA bagi anak usia 17 tahun kurang 1 hari yang telah memiliki Akta Kelahiran dilakukan pendataan oleh Dispendukpencapil, sementara pemohon KIA bagi anak yang baru lahir sekaligus dapat diterbitkan Akta Kelahiran serta perubahan Kartu Keluarga orang tuanya,“ pungkasnya. (jum)