SEKILAS INFO

     » Selamat Hari Raya Idul Fitri 2017 / 1438 H      » Pembuatan Akta Kelahiran Cukup Mudah dan Hanya 15 Menit Langsung Jadi / MASMEDI - Buktikan      » ONE STOP SERVICE DOKUMEN KEPENDUDUKAN DI TINGKAT DESA      » Kepengurusan Semua Dokumen Kependudukan - GRATIS      » Hari Jadi Pemerintah Kabupaten Madiun ke - 449
Kamis, 12 April 2018 - 13:18:05 WIB
Kabupaten Madiun Percepat Kepemilikan Akta Kelahiran

Diposting oleh : Administrator
Kategori: BIDANG PENCATATAN SIPIL - Dibaca: 403 kali

JATIMPOS.CO/KABUPATEN MADIUN – Guna mempercepat kepemilikan Akta Kelahiran bagi masyarakat Kabupaten Madiun, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Madiun akan menerapkan tiga program unggulan yang sudah dijalankan di Kabupaten Madiun.


 

Ketiga program unggulan itu, yakni, gerakan  Masmedi (Lima Belas Menit Jadi), percepatan dengan Akta Online dan jemput bola ke kantong – kantong penduduk yang belum memiliki akta kelahiran atau one day ready.

“Strategi yang diterapkan adalah jemput bola. Teknis pelaksanaan di lapangan, kita sudah turunkan data ke Petugas Registrasi Desa (PRD) di 206 desa/kelurahan. Dengan berbekal data by name by addrese by NIK, anak yang belum memiliki Akta Kelahiran terutama usia 0 – 18 tahun akan kita dorong untuk segera mengurus akta kelahirannya,“ ujar Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil, Ahmad Sofingi di ruang kerjanya, Senin (9/4/2018).

Dia menjelaskan, dengan program Masmedi yang sudah dijalankan di Bidang Pencatatan Sipil tersebut, penduduk hanya datang ke Dispendukcapil dengan membawa kelengkapan berkas. Setelah dilayani cukup dengan waktu 15 menit masyarakat sudah bisa membawa pulang Akta Kelahirannya.

Sedangkan dengan program Akta Online, untuk mengurus Akta Kelahiran penduduk tidak harus jauh - jauh datang ke Dispendukcapil. Pelayanan cukup dilakukan di Desa. Karena, dari 206 desa/kelurahan sudah memiliki user  yang bisa menangani langsung penduduk yang belum memiliki Akta Kelahiran.

Apalagi, persyaratan mengurus Akta Kelahiran pun dipermudah, masyarakat cukup mempersiapkan dokumen yang diperlukan, diantaranya, Surat Keterangan Kelahiran dari bidan, foto copy Buku Nikah orang tua, Foto Copy KTP kedua orang tua, foto copy KTP 2 orang saksi dan KK Asli. Selanjutnya, dokumen dibawa ke Desa untuk mengurus akta kelahirannya.

Selain itu petugas Dispendukcapil juga melakukan jemput bola. Petugas akan turun kelapangan dengan membawa alat online dari Dispendukcapil. Mereka mendatangi langsung ke desa dan akan melayaninya dengan program one day ready atau hari itu juga petugas memberikan Akta Kelahiran ke penduduk.

“Jadi target saya tidak satupun anak di Kabupaten Madiun ini tidak memiliki akta kelahiran, kita akan cari sampai ke pelosok – pelosok desa,“ tegasnya.

Lebih lanjut dikatakan, dari data Dispendukcapil tercatat per tanggal 31 Maret 2018, dari jumlah penduduk Kabupaten Madiun sejumlah 731.329, jumlah anak usia 0 – 18 tahun ada sekitar 164.783. Dari jumlah itu yang sudah memiliki Akta Kelahiran sejumlah 146.265. Sedangkan yang belum memiliki Akta Kelahiran sekitar 18.518.

“Dari target nasional yang 85 persen, Kabupaten Madiun sudah melebihi itu. Kemudian ada sisa kurang lebih 11 persen untuk sampai 100 persen, itu kita targetkan tahun 2018 ini 95 persen.  Makanya saya optimis tahun 2018 ini sudah bisa mencapai target nasional tahun 2021 sudah 95 persen,“ ucapnya.

Ia menambahkan, tahun ini Dispendukcapil juga memiliki program pelayanan terpadu sidang isbat. Program ini untuk membantu masyarakat yang kesulitan mengurus Akta Kelahiran. Seperti halnya kesulitan karena aktanya nikah siri, bapaknya tidak ada ataupun karena anak tidak diketahui asal usulnya.

“Untuk memepercepat kepemilikan Akta Kelahiran, penduduk yang kesulitan mengurusnya, nanti tetap kita bantu dengan program pelayan terpadu  sidang isbat, “ pungkasnya. (jum)